THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Selasa, 06 Maret 2012

PUSKESMAS SAMBONGPARI


BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
Tujuan Pembangunan Nasional sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang Undang Dasar 1945, alinea keempat yaitu : ”Melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”.
Untuk mencapai tujuan pembangunan nasional tersebut diselenggarakan program pembangunan disemua bidang yang berkesinambungan dan merupakan satu rangkaian pembangunan yang berkelanjutan, terencana dan terarah. Pembangunan kesehatan sebagai salah satu upaya pembangunan nasional diarahkan guna tercapainya kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal (Undang Undang Kesehatan No.23 tahun 1992).
Pembangunan kesehatan pada dasarnya menyangkut semua aspek kehidupan baik fisik, mental, maupun sosial ekonomi. Dan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan tersebut diselenggarakan berbagai upaya kesehatan secara menyeluruh, berjenjang dan terpadu. Perkembangan arah pembangunan kesehatan dewasa ini telah mengalami perubahan orientasi baik tata nilai maupun pemikiran terutama mengenai pemecahan masalah yang dipengaruhi politik, ekonomi sosial budaya, pertahanan dan keamanan serta ilmu pengetahuan dan teknologi.
Perubahan orientasi tersebut diimplementasikan dengan perubahan paradigma pembangunan kesehatan yaitu ”paradigma sehat” yang berarti bahwa pembangunan kesehatan saat ini lebih mengutamakan upaya pelayanan peningkatan kesehatan (promotif) dan pencegahan penyakit (preventif) dengan tidak mengabaikan upaya pengobatan (kuratif) dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif).
Visi Provinsi Jawa Barat yaitu Jawa Barat dengan Iman dan Taqwa sebagai Provinsi Termaju di Indonesia menjadi arah pembangunan yang harus dicapai oleh berbagai bidang . Indikator utama yang menjadi ciri keberhasilan pencapaian Visi tersebut adalah Index Pembangunan Manusia (IPM) 80 pada tahun 2010. Untuk mencapai Visi tersebut misi kesatu adalah Mewujudkan Sumberdaya Masyarakat Jawa Barat yang Produktif dan Berdaya Saing, dengan sasaran pertama meningkatnya kualitas dan pemerataan pendidikan serta kesehatan dalam rangka mencapai rata – rata lama sekolah (RLS) 8,6 tahun,  angka melek huruf (AMH) 95,5%, dan usia harapan hidup (UHH) 71,73 tahun pada tahun 2013, sedangkan sasaran kedua adalah terkendalinya jumlah dan penyebaran penduduk Jawa Barat secara proporsional dengan laju pertambahan penduduk (LPP) kurang dari 2,1 %. Dalam rangka pencapaian UHH 71,73 pada tahun 2013 maka 4 indikator utama yang harus diintervensi yaitu menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI),  angka Kematian Bayi (AKB) Angka Kematian Balita (AKABA) dan Angka Kematian Kasar (AKK). Dimana AKI dan AKB adalah indicator yang mempunyai daya ungkit terbesar dalam peningkatan UHH. Sekitar 90% kematian ibu dan bayi baru lahir terjadi oleh karena komplikasi dimana hal ini harus ditangani oleh tenaga kesehatan profesional dan tidak dapat ditangani oleh dukun paraji. Penyebab utama kematian ibu adalah pendarahan pos partum yang di perkirakan mencapai sekitar 40–50 %, sepsis dan eklamsia, disamping partus lama dan abortus terkomplikasi (Depkes RI , 2001).
Untuk mempercepat penurunan AKI dan AKB telah dilaksanakan berbagai upaya, sejak tahun 1989/1990 telah dimulai Program Pendidikan Bidan bagi para lulusan Sekolah Pendidikan Keperawatan (SPK) selama 1 tahun yang kemudian ditempatkan sebagai bidan desa. Keberadaan bidan di desa tampaknya memberikan kontribusi nyata terhadap cakupan pelayanan kebidanan dasar. Misalnya cakupan akses pelayanan antenatal (K1) meningkat dari 74 % pada tahun 1993 menjadi 89 % pada tahun 1997. Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan meningkat dari 39,6 % pada tahun 1993 menjadi 59,8 % pada tahun 1997 dan sekitar 66 % pada tahun 1999, walaupun sekitar 70 % persalinan berlangsung di rumah (Depkes RI , 2001).
Berkaitan dengan visi dan misi Kota Tasikmalaya yang merupakan acuan dalam pembangunan bidang kesehatan yaitu untuk “Mewujudkan Sumber Daya Yang Berkualitas dan Mandiri”. Tujuan lebih lanjut dari misi tersebut adalah untuk “meningkatkan sumber daya manusia yang cerdas dan sehat” dengan sasaran yang hendak dicapai adalah meningkatnya derajat kesehatan dan gizi masyarakat yang didukung oleh kemandirian. Upaya yang dilakukan Dinas Kesehatan dalam rangka meningkatkan Umur Harapan Hidup yaitu melalui peningkatan pelayanan kesehatan yang dimulai dari bayi dan balita, anak, remaja, wanita usia subur (WUS), Ibu hamil, ibu bersalin, sampai usia lanjut sesuai dengan siklus hidup manusia.
Wilayah Kerja Puskesmas Sambongpari yang terdiri dari Kelurahan Sambongpari, Kelurahan Sambongjaya dan Kelurahan Linggajaya merupakan salah satu Puskesmas di Kota  Tasikmalaya yang mempunyai angka kematian bayi dan balita tidak terlalu tinggi tetapi angka kejadian tersebut masih ada.
Selain itu penyakit-penyakit menular potensial KLB, penyakit-penyakit berbasis lingkungan lainnya masih menjadi masalah dan perlu ditindak lanjuti dengan kegiatan nyata di masyarakat.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui Gambaran Pelaksanaan Program kesehatan dan hasil yang telah  dicapai di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sambongpari dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2010 serta rencana kegiatan untuk tahun 2011.
2. Tujuan Khusus
a.       Untuk mengetahui Gambaran Pelaksanaan program kesehatan di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sambongpari Kota Tasikmalaya dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2010.
b.      Untuk mengetahui hasil-hasil kegiatan masing-masing program di UPTD Puskesmas Sambongpari Kota Tasikmalaya tahun 2007 sampai dengan tahun 2010.
c.       Untuk mengetahui gambaran masalah dan prioritas masalah kesehatan di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sambongpari tahun 2007 sampai dengan tahun 2010.
d.      Sebagai dasar dalam pembuatan rencana kegiatan tahun 2011.
C.  Komitmen Puskesmas
Puskesmas Sambongpari mempunyai komitmen sebagai berikut “Dengan Ahlakul Karimah Kita Wujudkan Puskesmas Yang Mampu Memberikan Pelayanan Prima Dan Menjadi Pilihan Utama Bagi Masyarakat Pada Tahun 2012.”
D.  MISI PUSKESMAS
1.      Meningkatkan dan mengembangkan sumber daya manusia;
2.      Meningkatkan dan mengembangkan sumber daya umum;
3.      Meningkatkan jumlah kunjungan;
4.      Meningkatkan dan mengembangkan sarana dan prasarana;
5.      Meningkatkan dan mengembangkan sistem pemasaran;
6.      Meningkatkan dan mengembangkan sistem informasi management;
7.      Meningkatkan kemitraan;
8.       Melaksananakan program pokok puskesmas.
E. SASARAN
1.      Mutu pelayanan meningkat dengan tuntutan/kebutuhan masyarakat.
2.      Sumber Daya Uang mampu memenuhi kebutuhan operasional.
3.      Jumlah kunjungan meningkat serta dapat dipertahankan.
4.      SDM meningkat sesuai dengan kebutuhan pengembangan kegiatan.
5.      Sarana dan prasarana berkembang sesuai dengan kebutuhan.
6.      Sistem pemasaran mampu menunjang kegiatan menajemen.
7.      Kemitraan sektor swasta dan institusi meningkat.
8.      Program pokok puskesmas terlaksana dengan baik.
BAB II
ANALISA SITUASI KESEHATAN


A. Data Umum
1. Geografi
Puskesmas Sambongpari termasuk dalam wilayah Kecamatan Mangkubumi, dengan luas wilayah 885,134 ha, mempunyai ketinggian rata-rata 330 meter di atas permukaan laut. Kondisi alamnya berupa tanah dataran, sawah dan beberapa perbukitan yang sedikit demi sedikit digali potensi alamnya dijadikan lahan perumahan penduduk.
Batas wilayahnya Puskesmas Sambongpari sebagai berikut :
·                Sebelah Utara berbatasan dengan Kel. Tugujaya Kec. Cihideung
·                Sebelah Timur berbatasan dengan Kel. Kahuripan Kec. Tawang
·                Sebelah Selatan berbatasan dengan Kel. Kersamenak Kec. Kawalu
·               Sebelah Barat berbatasan dengan Kel. Mangkubumi Kec. Mangkubumi dan Kel. Bantarsari.
Secara Administratif wilayah kerja Puskesmas terbagi 3 Kelurahan yaitu : Kelurahan Sambongpari terdiri dari 08 RW dan 27 RT. Kelurahan Sambongjaya dari 12 RW dan 61 RT dan  Kelurahan Linggajaya terdiri dari 14 RW dan 66 RT.
Dengan jarak tempuh ke Ibu Kota Kecamatan ± 2 km. Letak Puskesmas strategis karena berada di pinggir jalan utama serta sarana transportasi mudah, dapat dilalui oleh kendaraan roda empat pada jalur angkutan kota, untuk ke sarana pelayanan kesehatan terdepan (posyandu dan posbindu ) rata-rata dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat dan jalannya beraspal. Di daerah perkotaan terdapat pertokoan dan fasilitas umum seperti pasar, tempat rekreasi, terminal, kantor pemerintah, gedung sekolah, pabrik-pabrik dan sarana umum lainnya.


Tabel 2.1
Situsasi Geografis Kelurahan Ke Tempat Pelayanan Kesehatan

No
Kelurahan
Jumlah RW/RT
Jarak Tempuh
Rata-rata
Waktu Tempuh Ke Puskesmas
Kondisi Keterjangkauan Kelurahan
1
Sambongpari
VIII/27
1 Km
5 menit
Mudah
2
Sambongjaya
XII/61
2 Km
10 menit
Mudah
3
Linggajaya
XIV/66
2 Km
10 menit
Mudah
Sumber : Data Promkes Puskesmas Sambongpari 2010
Pada tabel 2.1 diketahui bahwa jarak tempuh rata – rata masyarakat ke Puskesmas Sambongpari antara 1 – 2 Km dengan waktu tempuh 5-10 menit dengan kondisi keterjangkauan mudah.
2.   Analisa Demografis.
Terhitung tanggal 01 Maret 2006 Puskesmas Sambongpari satusnya berubah dari puskesmas pembantu menjadi puskesmas induk dengan wilayah kerja terdiri dari 3 kelurahan yaitu Kelurahan Sambongpari, Kelurahan Sambongjaya dan Kelurahan Linggajaya.  Puskesmas Sambongpari mempunyai dua puskesmas pembantu yaitu puskesmas pembantu Sambongjaya dan puskesmas pembantu Linggajaya.
1.      Komposisi penduduk
Tabel 2.2
Jumlah Penduduk Tiap Kelurahan
No
Kelurahan
Jumlah
KK
Jiwa
1.
Sambongpari
1.995
7.422
2.
Sambongjaya
3.349
12.705
3.
Linggajaya
3.674
14.034
Jumlah
9.018
34.161
Sumber : Data Kesling UPTD Puskesmas Sambongpari 2010




3.  Keadaan Ekonomi
Sarana penunjang perekonomian penduduk wilayah kerja Puskesmas Sambongpari diantaranya : Pasar Cikurubuk, Pertanian,  Home Industri, Rumah Makan, serta jasa transportasi. Sedangkan mata pencaharian penduduk secara terperinci dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 2.3
Distribusi Penduduk menurut Pekerjaan
No
Jenis Pekerjaan
Kelurahan
Jumlah
%
Sambongpari
Sambong jaya
Lingga jaya
    1.             
PNS
67
400
171
638
2,1
    2.             
TNI
4
7
102
91
0,03
    3.             
POLRI
1
7
104
96
0,03
    4.             
Peg. Swasta
347
584
1.938
2.869
8,4
    5.             
Wiraswasta
249
832
2.668
3749
8,1
    6.             
Buruh
989
2.757
3.613
7.359
21,5
    7.             
Pejabat negara
0
0
0
0
0
    8.             
Tenaga professional
5
104
0
109
0,03
    9.             
Pensiun
41
121
100
262
0,08
 10.             
IRT
1.982
2.077
1.060
5.119
15,84
 11.             
Belum Bekerja
1.127
1.410
2.273
4.810
14,08
 12.             
Tidak Bekerja
0
1.727
3.124
4.851
14,20
 13.             
Lainnya
2.310
2.679
0
4989
15,48
Jumlah
7.422
12.705
14.034
34.161
100
Sumber : Data Kesling UPTD Puskesmas Sambongpari 2010

Pada tabel 2.3 diketahui bahwa mata pencaharian penduduk terbanyak adalah sebagai Buruh yaitu sejumlah 7.359 orang sedangkan yang paling sedikit adalah sebagai Polisi yaitu sejumlah 1 orang.
4.  Keadaan Tingkat Pendidikan.
Diwilayah kerja Puskesmas Sambongpari tersedia 16 sarana pendidikan tingkat pendidikan penduduk wilayah kerja Puskesmas Sambongpari secara terperinci dapat dilihat pada tabel. :


2.      Distribusi Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan

Tabel 2.4
Distribusi Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan
No
Jenis Pekerjaan
Kelurahan
Jumlah
%
Sambongpari
Sambong jaya
Lingga jaya
    1.             
Belum sekolah
923
1.685
2.359
4.967
14,5
    2.             
Belum tamat SD / sederajat
1.219
2.091
2.360
5.670
16,5
    3.             
Tamat SD
2.704
3.558
1.749
8.011
23,4
    4.             
SLTP/ sederajat
1.049
2.425
1.898
5.372
15,7
    5.             
SLTA/ sederajat
1.152
2.295
3.928
7.375
21,5
    6.             
D I/II
146
278
651
1.075
3,14
    7.             
Akademi/D III
112
164
700
976
2,85
    8.             
D IV/S1
115
194
389
698
2,04
    9.             
S2
2
12
0
14
0,004
 10.             
S3
0
3
0
3
0,008
Jumlah
7.422
12.705
14.034
34.161
100
Sumber : Data Kesling UPTD Puskesmas Sambongpari 2010
Pada tabel 2.4 dapat diketahui jumlah penduduk terbanyak menurut tingkat pendidikan adalah tamat SD sebanyak 8.011 orang (23,4%). Sedangkan jumlah penduduk yang paling sedikit adalah S3 sebanyak 3 orang (0.008%).
5.  Pemeluk Agama dan Kepercayaan.
Pemeluk agama/kepercayaan penduduk wilayah kerja Puskesmas Sambongpari secara terperinci dapat dilihat pada tabel. :
Tabel 2.5
Persentase Pemeluk Agama/Kepercayaan Penduduk Di Wilayah Puskesmas Sambongpari  Tahun 2010

NO.
PEMELUK AGAMA
JUMLAH
PERSENTASE
KET..
1.
Islam
33.526
98%

2.
Kristen
635
2%

3.
Budha
0
0%

4.
Hindu
0
0%

5.
Lain-lain
0
0%


Jumlah :
34.161
100%

Sumber : Data Promkes Puskesmas Sambongpari 2010

Pada tabel  2.5 dapat diketahui jumlah pemeluk agama penduduk  Di Wilayah Puskesmas Sambongpari terbanyak adalah beragama Islam sebanyak 33.526 orang (98%). Sedangkan jumlah penduduk yang memeluk kristen sebanyak 635 orang (2 %).
Tabel 2.6
Sarana Pelayanan Kesehatan
Di Wilayah Puskesmas Sambongpari
Tahun 2010

NO.
KELURAHAN
POS
YANDU
POS
BINDU
Kader Aktif
Bidan Praktek
RB
Dokter
Poskes tren
1.
Sambongpari
9
0
36
3
0
2
0
2.
Sambongjaya
14
0
45
5
0
4
1
3.
Linggajaya
14
1
24
3
0
2
0
JUMLAH :
37
1
105
11
0
8
1